Kita sering mendengar berita tabung gas Elpiji yang meledak. Saya kok tidak percaya… Sebuah bejana bertekanan (vessel) pastilah sudah didesain sedemikian rupa oleh engineer-nya. Dari pemilihan bahan dan ketebalannya, umur pemakaian terhadap kecepatan korosi, tekanan yang diperbolehkan (MAWP = Maximum Allowable Working Pressure), pasti semua sudah diperhitungkan. Rasanya tidak mungkin sebuah vessel bertekanan kecil bisa meledak.
Sebuah ledakan pasti harus melalui proses segitiga api, yaitu bertemunya bahan bakar (dalam hal ini gas Elpiji), oksigen di udara, dan sumber panas (pemantik). Sumber panas ini bisa bermacam-macam, bisa dari api kompor, lompatan bunga api saat kontak listrik ditekan, bahkan bisa pula dari sinar matahari. Namun, yang menurut saya tidak mungkin adalah bertemunya bahan bakar dan oksigen. Tekanan di dalam tabung pastilah lebih besar daripada tekanan udara bebas, maka sangat tidak dimungkinkan udara akan menyusup ke dalam tabung. Dengan demikian tidak mungkin pula gas tersebut terbakar di dalam tabung. Jadi, saya simpulkan tidak mungkin tabung elpiji bisa meledak.
Satu-satunya titik rawan pada tabung gas adalah pada kepala tabung (dudukan regulator). Untuk mengetahui bocor tidaknya kepala tabung, kita bisa menggunakan air sabun, seperti petugas tambal ban saat mencari kebocoran.
Namun mengapa banyak kejadian ledakan tabung gas? Kalau boleh saya bilang, itu hanya “bahasa media” saja. Sebenarnya tabungnya aman-aman saja, alias tidak meledak. Sebenarnya lebih tepat jika dibilang “ledakan gas elpiji”, bukan “ledakan tabung gas elpiji”. Karena prosesnya kira-kira seperti ini:
Sebuah kompor gas dilengkapi dengan aksesoris berupa regulator dan selang. Sebuah peralatan pastilah memiliki masa pemakaian sebelum akhirnya rusak. Untuk regulator dan selang, masa pemakaiannya cukup pendek, hanya 2 hingga 3 tahun saja. Setelah itu harus diganti. Jika tidak diganti, maka resiko kebocoran akan sangat besar. Apalagi selang yang terbuat dari karet, pemakaian yang tidak higienis (sering terkena percikan minyak bekas penggorengan) bisa mengundang tikus, dan ini rawan sekali jika sampai selang digigit tikus.
Regulator dan selang yang tidak pernah diinspeksi ini menjadi sumber kebocoran gas. Gas yang bocor semakin lama akan memenuhi ruangan dapur, apalagi bila dapur tidak dilengkapi dengan ventilasi yang cukup. Sebenarnya, gas elpiji telah diberi semacam zat yang berbau busuk agar mudah terdeteksi jika terjadi kebocoran. Dan gas sebenarnya mudah sekali menguap di udara bebas jika ventilasi ruangan mencukupi. Namun, banyak rumah yang tidak dilengkapi dengan ventilasi yang mencukupi, dan mungkin hidung kita kurang sensitif mendeteksi bau gas elpiji ini?
Akhirnya gas pun mengumpul di dalam ruangan dapur. Si pemilik rumah masuk ke dapur mau masak tempe bacem. Karena dapurnya gelap (ventilasi kurang sehingga sinar matahari tidak masuk), si pemilik rumah menekan saklar untuk menyalakan lampu. Kontak pada saklar ini akan menimbulkan lompatan bunga api yang sangat kecil, namun cukup untuk menyalakan gas elpiji. Di dalam ruang tertutup, gas yang terbakar akan mengembang sedemikian cepatnya, sehingga menimbulkan ledakan hingga atap dan tembok pun bisa runtuh.
Dan tabung gas elpiji nya masih tetap utuh!
Cerita di atas bukan karangan saya (walaupun ada yang didramatisir :D ). Cerita di atas benar-benar terjadi. Kembali ke teori segitiga api, bahan bakar dan oksigen telah bercampur di udara di dalam ruangan dapur. Tinggal menunggu sumber panas (pemantik) saja. Dari beberapa cerita yang saya dengar, ledakan kebanyakan terjadi saat pemilik rumah menyalakan lampu, atau saat menyalakan pemantik pada kompor gas.
Seperti yang ditegaskan Jusuf Kalla, bahwa meledaknya gas Elpiji (bukan tabung gas Elpiji) adalah karena kelalaian penggunanya. Belum pernah terjadi sebuah tabung gas meledak, karena tabung selalu diinspeksi dan memiliki masa berlaku.
Berikut beberapa tips untuk menghindari ledakan gas elpiji (ingat, bukan ledakan tabung gas elpiji):
1. Pastikan dapur Anda dilengkapi dengan ventilasi yang cukup. Bukalah jendela lebar-lebar, untuk memudahkan gas elpiji keluar jika terjadi kebocoran.
2. Pastikan selang, regulator dan sambungan-sambungannya dalam kondisi baik. Gantilah jika Anda menemukan selang atau regulator dalam kondisi tidak baik.
3. Jangan menyalakan kompor dan peralatan listrik apapun jika Anda menemukan bau busuk menyengat khas gas elpiji. Segera buka semua jendela agar gas segera keluar.
4. Jika Anda menemukan bunyi mendesis pada tabung, segera letakkan tabung di luar rumah.
5. Kita juga bisa menggunakan bracket pengaman tabung gas elpiji yang banyak dijual bebas.
6. Untuk mendeteksi terjadinya kebocoran gas, saat ini juga sudah ada alat pendeteksi gas yang dijual bebas.
Semoga tips di atas bermanfaat.
Sumber : http://triyan.web.id/